THE POTENTIAL OF NYAMPLUNG LEAF EXTACT AS A NATURAL ANTICOAGULANT
POTENSI EKSTRAK DAUN NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L.) SEBAGAI ANTIKOAGULAN ALAMI
DOI:
https://doi.org/10.56727/bsm.v6i1.53Kata Kunci:
daun Calophyllum inophyllum, antikoagulan, EDTAAbstrak
Antikoagulan merupakan mencegah pembekuan darah dengan menghambat faktor faktor yang dapat menyebabkan pembekuan darah. Antikoagulan sangat bermanfaat dalam bidang hematologi dengan cara menambahkan antikoagulan kedalam darah untuk menjaga spesimen agar tetap awet tanpa mempengaruhi morfologi sel darah, menghitung trombosit, pemeriksaan hemoglobin,menghitung leukosit dan penentuan golongan darah. EDTA merupakan antikoagulan yang sering digunakan dalam pemeriksaan darah. Penggunaan antikoagulan dengan bahan kimia harganya sangat mahal. Perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan antikoagulan alternatif yang lebih murah. Salah satu tanaman mangrove yang dapat dimanfaatkan sebagai antikoagulan adalah nyamplung (Calophyllum inophyllum L. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan,masing masing 10 ulangan. Pengamatan dilakukan satu jam kemudian setelah sampel diberikan perlakuan. Adapun perlakuan yang diberikan sebagai berikut: tabung 1: darah kontrol (tanpa perlakuan), tabung 2 : darah + ekstrak daun Calophyllum inophyllum (10 ul/1 ml darah) dan tabung 3 : darah + EDTA (10 ul/1 ml darah). Parameter pengamatan meliputi pengamatan visual sampel darah, pengamatan aktivitas pembekuan darah, menghitung jumlah trombosit dan menghitung jumlah eritrosit. Hasil penelitian didapatkan jumlah trombosit pada perlakuan darah ditambahkan ekstrak daun Calophyllum inophyllum dengan rata rata 1.759.000 sel/mm3 menunjukkan adanya sifat antikoagulan pada tanaman ini. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa EDTA lebih efektif menghambat pembekuan darah dibandingan dengan ekstrak daun Calophyllum inophyllum
Unduhan
Referensi
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak cipta artikel dimiliki oleh Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika.
