Penyusunan Prosedur Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan, Pengisian Laporan Gawat Darurat, Dan Pengajuan Klaim
DOI:
https://doi.org/10.56727/bsm.v11i1.156Kata Kunci:
Format SOP, klain asuransi, pelaporan rekam medis, pendaftaran online, standar operasional prosedurAbstrak
Penyusunan SPO yang efektif dan efisien sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan untuk memastikan pengelolaan sumber daya yang optimal dan mencapai tujuan organisasi. Penekanan akan pentingnya kesederhanaan, fleksibilitas, partisipasi, dan evaluasi serta peningkatan berkelanjutan dalam penyusunan dan pengelolaan SPO perlu dipantau secara periodik. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penyebab belum diterapkannya SPO pendaftaran online pasien rawat jalan yaitu karena belum ada SPO pendaftaan online pasien rawat jalan. Pada penelitian ini SOP telah berhasil dirancang. Penyusunan SPO pendaftaran online pasien rawat jalan dinilai dapat mengurangi jumlah antrian pada pendaftaran manual. Pada laporan RL 3.2 dalam SIMRS, data tidak bisa ditampilkan terkait kategori layanan rawat darurat dan status rujukan/non-rujukan disebabkan oleh kombinasi faktor teknis dalam sistem, ketidaklengkapan pengisian data oleh profesional pemberi asuhan, serta kurangnya prosedur yang baku dalam pelaporan. Langkah-langkah perbaikan berupa penguatan pelatihan tenaga medis, penyesuaian sistem SIMRS agar dapat menampilkan data dengan akurat, serta implementasi SPO yang jelas dalam pengisian data laporan RL 3.2 atau laporan rawat darurat. Faktor penyebab belum adanya SPO terkait pengajuan klaim JKN adalah belum dirancangnya SPO. Dengan tidak adanya SPO pengajuan klaim, dapat berpengaruh terhadap entry klaim yang tidak tepat waktu. Perancangan SPO dinilai dapat mengatasi permasalahan yang ada. Karena dengan adanya SPO sebagai pedoman petugas di unit terkat akan lebih tepat waktu dalam pengembalian berkas dan pengisian diagnosa pada lembar bukti pelayanan. Perlu penambahan notifikasi keberhasilan booking pada website MyMedic. Penambahan fitur pengecekan otomatis yang memberi peringatan jika data belum diisi oleh tenaga kesehatan. Pengembangan sistem untuk kategori layanan dan status rujukan/non-rujukan.
Unduhan
Referensi
Davenport, T. H. (1993). Process innovation: reengineering work through information technology. Harvard business press.
Erfavira, A., & Kirana, S. (2012). Perbedaan Kelengkapan Pengisian Rekam Medis antara Instalasi Rawat Jalan dan Instalasi Rawat Darurat di Poli Bedah RSUP dr. Kariadi Semarang (Doctoral dissertation, Fakultas Kedokteran).
Fasirah, N., & Umar, Z. (2024). Analisis Keefektifan Pelayanan Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan Berbasis Whatsapp Web Di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 5(3), 3049-3053.
Hammer, M., & Champy, J. (2009). Reengineering the corporation: Manifesto for business revolution, a. Zondervan.
ISO 9001:2015. (2015). Quality Management Systems Requirements. International Organization for Standardization.
Juran, J. M. (1992). Juran on quality by design: the new steps for planning quality into goods and services. Simon and Schuster.
Kemenkes RI, “Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia No. 92 tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Komunikasi Data dalam Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi,” Kemenkes RI, pp. 1–19, 2014.
Kemenkes RI. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2021 Tentang Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBG) Dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan. Handbook, 1–56.
Nonaka, I. (2009). The knowledge-creating company. In The economic impact of knowledge (pp. 175-187). Routledge.
Nurhidayah, E. (2022). Tata Kelola Kelengkapan Pengisian Formulir Catatan Medis Instalasi Gawat Darurat Berbasis Elektronik Di Rumah Sakit X. Journal of Information Technology Student (JITS), 1(2), 79-93.
Pradita, R., Andolina, N., & Kusumo, R. (2026). Pendampingan Dan Pemberdayaan Perekam Medis Dalam Penyusunan Standar Prosedur Operasional Peralihan Rekam Medis Elektronik. Duta Abdimas, 5(1), 24-34.
Pratama, F. R. (2020). Penyediaan Aplikasi Pelaporan Instalasi Gawat Darurat Di Rumah Sakit TNI AU Soemitro Surabaya (Doctoral dissertation, STIKES Yayasan RS. Dr Soetomo).
Rakhman, A. A. (2023). Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa. Jurnal Pengadaan Barang Dan Jasa, 2(1), 47-59.
Republik Indonesia. (2022) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Rohman, H., Lauma, A. S., Pambudi, S. D., & Narendra, I. (2025). Evaluation of Core Security Principles in Electronic Medical Records: Evaluasi Prinsip Keamanan Dasar dalam Catatan Medis Elektronik. Procedia of Engineering and Life Science, 9, 43-51.
Rohman, H., & Marsilah, M. (2022). Pemanfaatan sistem pendaftaran online melalui aplikasi WhatsApp di rumah sakit umum daerah. Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM), 10(1), 18-26.
Rohman, H., Nisa’Tivani, K., & Narendra, I. (2024). Fishbone Diagram Dan Kerangka Pembuatan Roadmap Proses Digitalisasi Rekam Medis Di Rumah Sakit. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika, 9(1).
Rohman, H., & Widiandari, R. (2025). Analisis Penyebab Gagal Purifikasi Data Pada Proses Klaim BPJS Kesehatan Rawat Jalan Di Rumah Sakit. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika, 10(2).
Rohman, H., Zharifa, I. N., & Narendra, I. (2024). Pemanfaatan Aplikasi Whatauto Dalam Meningkatkan Pelayanan Pendaftaran Pasien Secara Online Di Rumah Sakit. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika, 9(2).
Senge, P. M. (1990). The art and practice of the learning organization.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta artikel dimiliki oleh Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika.
