Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Rujukan Pasien Lansia Berdasarkan ICD-10 di Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.56727/bsm.v11i2.167Kata Kunci:
ICD-10, Ketidaktepatan, Kode Diagnosa, Lansia, PuskesmasAbstrak
Klasifikasi penyakit merupakan sistem yang mengelompokkan penyakit dan prosedur ke dalam kode tertentu. Ketepatan pengodean diagnosis pada rekam medis sangat penting karena ketidaktepatan kode dapat menurunkan mutu pelayanan kesehatan serta menghasilkan data dengan validitas rendah. Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Jetis Yogyakarta, dari 10 rekam medis elektronik didapatkan ketidaktepatan kode sebesar 60% dan ketepatan kode sebesar 40%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan kodefikasi diagnosis rujukan pasien lansia dan menganalisa ketepatan kode diagnosis rujukan pasien lansia berdasarkan ICD-10 pada sistem P-Care Puskesmas. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel Subjeknya adalah 1 perekam medis dan 1 dokter umum. Sampel Objeknya sebanyak 81 RME pasien. Tahap penelitian meliputi pengumpulan data, pengolahan data (analisa) dan penyajian data. Pengumpulan data ini melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengkodean dilakukan oleh dokter setelah pemeriksaan pasien dimana sesudah pengkodean diagnosa dimasukkan di P-Care dan tidak menggunakan buku atau online ICD-10. Berdasarkan analisa sebanyak 81 RME di P-Care, ketepatan kode diagnosis rujukan pasien lansia di Puskesmas Jetis Yogyakarta diperoleh jumlah kode diagnosis yang tepat sebesar 47% atau 38 RME, dan jumlah kode diagnosis yang tidak tepat sebesar 53% atau 43 RME. Kesimpulannya adalah pelaksanaan kode diagnosa rujukan lansia masih dilaksanakan oleh dokter umum dan jumlah ketidaktepatan kode diagnosa rujukan lansia lebih besar dibandingkan yang tepat.
Unduhan
Referensi
Permenkes (2024). Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan. 3–11.
Arimbawa, I. W. G., Putu, N., Yunawati, L., Ayu, I., & Feby, P. (2020). Hubungan Kelengkapan Penulisan Diagnosis terhadap Keakuratan Kode ICD-10 Kasus Obstetri Triwulan III Pasien Rawat Inap di RSU Premagana. 31–35.
Dama, S. P., Ismail, G. A., & Ahmad, R. (2026). Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Berdasaran ICD-10 Pada Pasien Rawat Jalan di Poli Penyakit Dalam RSUD Dr . Hasri Ainun Habibbie. 4, 777–783.
Indra, Zulfahmi ; Harahap, M. R. P. (2022). Development of an Expert System To Diagnose Tb in Pandemi Time Using the Forward Chaining Method in Puskesmas Medan, Johor. Karismatika, 2(1), 40–46.
Kemenkes RI. (2020). Standar Profesi Perekam Medis dan Infomasi Kesehatan. 1–42.
Nurhasanah. (2022). Analysis of The Accuracy of The Diagnosis Code OF. 15–20.
Pujilestari, I., Medis, R., Kesehatan, I., Diagnosa, K., & Klaim, P. (2020). Analisis Ketepatan Pemberian Kode Diagnosa dan Tindakan Terhadap Pembayaran Klaim JKN Rawat Inap di RSUP DR . HASAN. 14 (2).
Puspaningtyas. (2022). Analisis Hubungan Ketepatan Penulisan Diagnosis dengan Keakuratan Kode Diagnosis pada Kasus Obstetri dan Ginekologi. 1(2), 104–110.
Rahayu, A., Sri, E., Hastuti, D., Sangkot, H. S., & Wijaya, A. (2024). Hubungan Antara Karakter Petugas Koding Dengan Akurasi. 13(2), 118–126.
Restinia, M., Khairani, S., & Manninda, R. (2021). Faktor Resiko Penyebab Multidrug Resistant Tuberkulosis: Sistematik Review. Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ), 3(1), 9–16. https://doi.org/10.15408/pbsj.v3i1.20049
Rista, N., & Jepisah, D. (2021). Jurnal Rekam Medis ( Medical Record Journal ) Tinjauan Pelaksanaan Pengkodean Penyakit Gastroenteritis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit PMC Pekanbaru Tahun 2020. 01, 97–105.
WHO. (2010). ICD-10. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, Vol. 2, Hal 16-17.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta artikel dimiliki oleh Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika.