Pengaruh Variasi Bobot Gula Terhadap Kadar Vitamin C pada Puding Bunga Rosela dan Uji Hedonik
DOI:
https://doi.org/10.56727/8ncdrn17Kata Kunci:
Bunga Rosela, Puding, Vitamin C, Gula, Uji HedonikAbstrak
Puding merupakan salah satu camilan yang sering dikonsumsi sebagai makanan penutup dan digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Salah satu variasinya adalah Puding Bunga Rosela, yang memanfaatkan kelopak bunga rosela sebagai bahan utama. Bunga rosela diketahui memiliki kandungan gizi yang tinggi, khususnya vitamin C sebesar 260–280 mg per 100 gram. Dalam proses pembuatan puding, biasanya ditambahkan gula untuk meningkatkan cita rasa. Namun, penambahan gula diduga dapat memengaruhi kadar vitamin C dan tingkat kesukaan konsumen terhadap produk akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi bobot gula terhadap kadar vitamin C dan tingkat kesukaan Puding Bunga Rosela. Penelitian dilakukan dengan metode true experimental, menggunakan bunga rosela yang diperoleh secara acak dari Kecamatan Argomulyo, Sedayu, Bantul. Prosesnya mencakup penentuan jenis bunga rosela, pembuatan puding dengan penambahan gula sebanyak 0, 5, 10, 15, dan 20 gram, pengujian kadar vitamin C menggunakan metode iodimetri (titrasi 0,001 N), serta uji tingkat kesukaan berdasarkan rasa, aroma, warna, dan tekstur. Hasil menunjukkan bahwa semakin banyak gula yang ditambahkan, kadar vitamin C menurun: 2,52; 2,37; 2,22; 2,18; dan 2,16 mg/100 gram. Sebaliknya, tingkat kesukaan meningkat: 63,7%; 64,3%; 69,9%; 72,0%; dan 76,8%. Formulasi terbaik adalah pada penambahan gula 10 gram, karena tetap memiliki kadar vitamin C cukup tinggi dan tingkat kesukaan yang optimal.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta artikel dimiliki oleh Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika.
