Identifikasi Prednison dan Piroxicam dalam Jamu Pegel Linu di Yogyakarta dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis
DOI:
https://doi.org/10.56727/bsm.v9i2.141Kata Kunci:
bahan kimia obat, jamu, obat tradisionalAbstrak
Jamu adalah warisan budaya Indonesia dari generasi ke generasi. Salah satu jamu yang banyak dikonsumsi di Yogyakarta adalah jamu pegal linu. Persaingan antar produsen jamu sering kali membuat mereka menambahkan bahan kimia untuk meningkatkan efek obat. Hal ini tentunya dilarang karena dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan. Prednison dan piroxicam yang merupakan bahan kimia obat diduga sering ditambahkan kedalam jamu pegel linu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan prednison dan piroxicam dalam jamu pegal linu di Yogyakarta. Sampel jamu pegel linu dikumpulkan dengan metode purposive sampling dari toko jamu yang ada di wilayah Yogyakarta. Sampel diekstraksi menggunakan etanol 96%. Sampel yang sudah diekstrak kemudian di totolkan pada plat KLT. Kemudian plat KLT dimasukkan kedalam chamber yang sudah dijenuhkan. Fase gerak yang digunakan untuk mengidentifikasi prednison yaitu etil asetat : kloroform dengan perbandingan 9:1, 6:4, dan 8:2; sedangkan untuk mengidentifikasi piroxicam ada 3 fase gerak yaitu kloroform : aseton (80:20), etil asetat : metanol : amonia (60:30:10), dan kloroform : metanol (100:5). Fase diam yang digunakan adalah plat silika gel GF254. Sampel dinyatakan positif jika nilai Rf sampel dan warna bercak sama dengan baku pembanding. Hasil penelitian menggunakan metode kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa tidak ada sampel jamu pegal linu yang beredar di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengandung prednisone atau piroxicam. Dengan demikian, sampel jamu pegal linu aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta artikel dimiliki oleh Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika.
