Pencatatan dan Pemetaan Persebaran Pasien Tuberkulosis Serta Faktor Sosial di Kapanewon Depok, Gamping dan Mlati

Penulis

  • Hendra Rohman Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia image/svg+xml
  • Naila Rapikha Anggraini
  • Imron Mawardi

DOI:

https://doi.org/10.56727/bsm.v10i2.155

Kata Kunci:

efikasi diri, keyakinan kesehatan, literasi kesehatan, literasi media, pemetaan penyakit

Abstrak

Temuan kasus, capaian target, dan tingkat keberhasilan menjadi fokus program TB. Pencatatan data TB harus akurat. Pemanfaatan SIG memiliki peran untuk memvisualisasikan peta kasus TB. Model sosiokognitif budaya pencegahan TB pada faktor sosial meliputi literasi media, literasi kesehatan, keyakinan kesehatan dan efikasi diri untuk menuju peningkatan kualitas hidup. Data diperoleh dari petugas P2PL wilayah Kabupaten Sleman dan 7 petugas programmer puskesmas pemegang pelaporan penyakit TB. Pada peta menunjukkan titik lokasi persebaran kasus TB, wilayah kasus TB terbanyak berada di Kapanewon Depok 223 (15,06%), Kapanewon Gamping 136 (9,18%), Kapanewon Mlati 133 (8,98%). Upaya menekan angka kasus TB dilakukan melalui sosialisasi, bimbingan teknis, validasi data, penemuan kasus aktif dengan datang ke wilayah dan melakukan skrining menggunakan rontgen. Terdapat inovasi pelayanan Active Case Finding (ACF) TB dengan metode jemput bola. Program SIKAT TB (Sleman Sigap Kendali dan Atasi Tuberkulosis), Program Zero TB merupakan program mobile screening, dan pengembangan aplikasi SmartHealth Sleman berbasis Artificial Intelligence (AI) telah dilakukan. Programmer TB dapat meningkatkan penemuan, pemantauan, penyuluhan dan sosialisasi informasi TB melalui inovasi literasi kesehatan digital, serta memperhatikan kelengkapan dan keakuratan pengisian data pada SITB. Masyarakat perlu meningkatkan pengetahuan dan menerapkan pola hidup sehat melalui media literasi, literasi kesehatan, yakin dan peduli hidup sehat, serta efikasi diri.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Anwarudin, A., Arisandi, D., & Prasetya, H. R. (2025). Smarthealth Sleman: Aplikasi Prediksi Penyebaran Tuberkulosis Dengan Kejadian Anemia Berbasis Artificial Intelligence. Jurnal Impresi Indonesia, 4(10), 3920-3927.

Bao, Y., Wang, C., Xu, H., Lai, Y., Yan, Y., Ma, Y., ... & Wu, Y. (2022). Effects of an mHealth intervention for pulmonary tuberculosis self-management based on the integrated theory of health behavior change: randomized controlled trial. JMIR public health and surveillance, 8(7), e34277.

Chauhan, A., Parmar, M., Dash, G. C., Chauhan, S., Sahoo, K. C., Samantaray, K., ... & Pati, S. (2024). Health literacy and tuberculosis control: systematic review and meta-analysis. Bulletin of the World Health Organization, 102(6), 421.

Hartono, H., & Probandari, A. N. (2020). Penggunaan sistem informasi geografis untuk pola spasial tuberkulosis dengan dan tanpa diabetes mellitus di kulon progo. Journal of Information Systems for Public Health, 2(1), 1-9.

Pratama, K. N., Rohman, H., Gunandari, A. M., & Lestariana, P. (2020). Pengelolaan Data Untuk Pemetaan Kasus Tuberkulosis Di Wilayah Sewon Bantul. Prosiding" e-Health".

Kurniyawan, E. H., Noviani, W., Dewi, E. I., Susumaningrum, L. A., & Widayati, N. (2022). The relationship of stress level with self-efficacy in pulmonary tuberculosis (TB) patients. JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan, 11(2), 126-132.

Liu, A. K., Liu, Y. Y., Su, J., Gao, J., Dong, L. J., Lv, Q. Y., & Yang, Q. H. (2023). Self-efficacy and self-management mediate the association of health literacy and quality of life among patients with TB in Tibet, China: a cross-sectional study. International Health, 15(5), 585-600.

Qomariyah, F. N. (2024). The Association between Demographic Factors and Health Literacy AmongPost-Treatment Recovery of Pulmonary Tuberculosis Patients. Journal of Nursing Periodic, 1(1), 22-30.

Rohman, H. (2019). Pola Spasial dan Aksesibilitas Penggunaan Pelayanan Kesehatan: Pengobatan Ulang Tuberkulosis. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, 13(2), 49-55.

Rohman, H., Enjang, H. K., & Kusuma, O. N. (2024). Pemetaan Persebaran dan Trendline Kasus Tuberkulosis Di Wilayah Gunungkidul. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika, 9(1).

Rohman, H., & Nurrochman, A. (2024). Development of a WEBGIS-Mapping Information System of Tuberculosis (MISS TB) For Plotting Tuberculosis Cases: A Case Study in Sleman District, Yogyakarta Province, Indonesia. Procedia of Engineering and Life Science, 6, 246-257.

Seong, Y. S., & Lee, Y. W. (2011). Relationship of illness perception, self-efficacy, and self-care among pulmonary tuberculosis patients. Korean Journal of Adult Nursing, 23(1), 31-39.

Setiyowati, E., Hardiyanti, H., & Setiawan, F. A. (2021). An Overview Self-Efficacy and Self-Acceptance In Tuberculosis Sufferers. Medical and Health Science Journal, 5(2), 10-15.

Taba, M., Allen, T. B., Caldwell, P. H., Skinner, S. R., Kang, M., McCaffery, K., & Scott, K. M. (2022). Adolescents’ self-efficacy and digital health literacy: a cross-sectional mixed methods study. BMC Public Health, 22(1), 1223.

Wong, Y. J., Ng, K. Y., & Lee, S. W. H. (2022). Digital health use in latent tuberculosis infection care: a systematic review. International journal of medical informatics, 159, 104687.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-31

Cara Mengutip

Pencatatan dan Pemetaan Persebaran Pasien Tuberkulosis Serta Faktor Sosial di Kapanewon Depok, Gamping dan Mlati. (2025). Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika, 10(2). https://doi.org/10.56727/bsm.v10i2.155

Artikel Serupa

31-40 dari 68

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama