Evaluasi Peresepan Pasien Geriatri Rawat Jalan Berdasarkan Kriteria Beers 2023

Penulis

  • Alifvia Yunika Pratiwi Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia image/svg+xml
  • Tri Lestari Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia image/svg+xml
  • Ikhwan Dwi Wahyu Nugroho Instalasi Farmasi RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.56727/bsm.v11i2.169

Kata Kunci:

Geriatri, Kriteria Beers 2023, Potentially Inappropriate Medications, peresepan, rawat jalan

Abstrak

Masalah medis yang kompleks pada geriatri sering menyebabkan polifarmasi yang merupakan faktor predisposisi terjadinya Potentially Inappropriate Medications (PIM). Kriteria Beers merupakan salah satu metode untuk mengidentifikasi dan mencegah PIM. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peresepan pasien geriatri secara administrasi, farmasetis dan berdasarkan Kriteria Beers tahun 2023 di instalasi rawat jalan RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Penelitian observasional deskriptif ini menggunakan data retrospektif dari resep pasien geriatri (usia ≥ 65 tahun) bulan Februari 2025. Dari 21.000 lembar resep, dengan rumus Slovin diperoleh 100 lembar resep sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Resep diskrining berdasarkan aspek administrasi, farmasetis dan Kriteria Beers tahun 2023 kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Pasien didominasi laki-laki (53%) dan berusia 65-69 tahun (51%); 47% pasien menerima 5 obat atau lebih. Kelengkapan resep secara administrasi dan farmasetis mencapai 100%. Evaluasi berdasarkan Kriteria Beers menunjukkan 70% lembar resep berpotensi PIM. Terdapat 120 kejadian PIM dengan kategori terbanyak adalah obat yang dihindari pada sebagian besar lansia (58,3%), diikuti obat yang dihindari pada penyakit tertentu (21,7%), obat yang digunakan dengan hati-hati (18,3%), dan interaksi obat (1,7%). Obat yang paling sering teridentifikasi adalah pioglitazon, sulfonilurea, lansoprazol, dan furosemid. Kelengkapan resep secara administrasi dan farmasetis sudah sangat baik, tetapi potensi pengobatan tidak tepat masih ditemukan pada sebagian besar pasien sehingga diperlukan telaah obat oleh apoteker dan pemantauan terapi secara berkala.

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

American Geriatrics Society 2023 Beers Criteria® Update Expert Panel. (2023). American Geriatrics Society 2023 updated AGS Beers Criteria® for potentially inappropriate medication use in older adults. Journal of the American Geriatrics Society, 71(7), 2052–2081. https://doi.org/10.1111/jgs.18372

Anggraeni, R., & Melasari, W. P. (2025). Identifikasi potentially inappropriate medication (PIM) pada pasien geriatri: Review artikel ilmiah. Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal, 10(1). https://doi.org/10.52447/scpij.v10i1.9136

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik penduduk lanjut usia 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Casmuti, C., & Fibriana, A. I. (2023). Kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 7(1), 123–134. https://doi.org/10.15294/higeia.v7i1.64213

Faisal, S., Zairina, E., Nathishuwan, S., Khotib, J., Kristina, S. A., & Nugraheni, G. (2023). Prevalence and predictors of excessive polypharmacy in geriatric inpatients: A retrospective cross-sectional study in Indonesia. Journal of Primary Care & Community Health, 14. https://doi.org/10.1177/21501319231178595

Fauziah, H., Mulyana, R., & Martini, R. D. (2020). Polifarmasi pada pasien geriatri. Jurnal Human Care, 5(3), 804–812.

Febriyanti, A. P., Atmaja, R. R. D., Oktaviani, H. C., & Wijaya, D. (2023). Analisis peresepan polifarmasi pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 berdasarkan Beers Criteria 2023. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 9(2), 613–620. https://doi.org/10.35311/jmpi.v9i2.423

Haqoiroh, Novitasari, D., & Qoyyim, A. (2023). Evaluasi potensi pengobatan tidak tepat pada pasien geriatri rawat inap di RSUD Arjawinangun berdasarkan kriteria Beers 2019. Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 1(3), 275–284.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Meilani, N., Azis, W. O. A., & Saputra, R. (2022). Faktor resiko kejadian diabetes mellitus pada lansia. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(4), 346–354. https://doi.org/10.33860/jik.v15i4.860

Purwaningsih, N. S., Kasumawati, F., & Nandasari, N. (2020). Evaluasi skrinning kelengkapan resep rawat jalan di instalasi farmasi Rumah Sakit Buah Hati Ciputat periode Januari–Desember 2019. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat (SENANTIAS), 1(1).

Putra, I. W. R. W., Prasetya, A. A. N. P. R., & Ratnasari, P. M. D. (2024). Identifikasi potentially inappropriate medication pasien geriatri dengan Beers Criteria 2023 dan STOPP Criteria version 3. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 10(1), 238–249. https://doi.org/10.35311/jmpi.v10i1.517

Rahmawati,R., Putri, Y.H., Handayani, D., Pertiwi, R,, Nurlita, S.P., Putri, D.K., Simanullang, K.A. (2022). Potensi penggunaan obat tidak tepat pasien rawat jalan geriatri berdasarkan kriteria Beers 2019. Akfarindo, 7(2), 60-65.

Titah, V. L., & Johan. (2023). Survei pola penggunaan obat pada pasien geriatri di Panti Werdha Salam Sejahtera Bogor. Tarumanagara Medical Journal, 5(1), 172–184.

Viviandhari, D., Nurhasnah, Sakinah, R. N., & Wulandari, D. (2022). Perbandingan identifikasi obat yang berpotensi tidak tepat menggunakan kriteria Beers dan kriteria STOPP pada pasien geriatri rawat inap di Jakarta. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 11(2), 105–115

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31

Cara Mengutip

Evaluasi Peresepan Pasien Geriatri Rawat Jalan Berdasarkan Kriteria Beers 2023. (2026). JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA, 11(2). https://doi.org/10.56727/bsm.v11i2.169

Artikel Serupa

21-21 dari 21

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama