TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS BANTUL II YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.56727/bsm.v6i1.54Kata Kunci:
hipertensi, kepatuhan, MMAS8Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama terjadinya penyakit kardiovaskuler dan menyumbang kematian tertinggi di dunia termasuk di Indonesia. Keberhasilan terapi tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan dan sikap, namun juga dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi dan melakukan kontrol rutin untuk memeriksakan kondisi dan tekanan darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien minum obat antihipertensi dan control kembali sesuai anjuran/jadwal di Puskesmas Bantul II.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2019. Jumlah sampel 65 rseponden dan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Pengukuran tingkat kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner MMAS-8 dan pengukuran tingkat kepatuhan kontrol kembali ke dokter menggunakan kuesioner tambahan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan disajikan dalam bentuk tabulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Bantul II 36,8% masuk kategori rendah, 12,3% masuk kategori sedang dan 50,7% masuk kategori tinggi. Tingkat kepatuhan untuk kontrol kembali ke dokter 4,6% masuk kategori tidak patuh, 24,6% masuk kategori kurang patuh dan 70,8% masuk kategori patuh.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak cipta artikel dimiliki oleh Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika.
