Pengodean Kasus Cedera, Keracunan Dan External Cause Pada Sistem Informasi Puskesmas
DOI:
https://doi.org/10.56727/dz6nn732Kata Kunci:
kode ICD, database ICD, cedera, keracunan, external causeAbstrak
Di puskesmas masih terdapat kekeliruan dalam pengisian kode penyakit. Pada kasus ini yang diteliti adalah kasus cedera, keracunan serta kode external cause yang tidak dikode sampai karakter ke 5. Hal ini terjadi karena dokter dan perawat kurang pemahaman terkait tata cara pengodean. Tujuannya untuk mengidentifikasi proses pemberian kode, menghitung persentase ketepatan kode, mengidentifikasi faktor penyebab ketidaktepatan pemberian kode cedera, keracunan dan eksternal cause di Puskesmas Bambanglipuro. Pemberian kode diagnosis penyakit di puskesmas dilakukan setelah perawat selesai melakukan pengisian assesment, dokter melakukan input diagnosis di SIMPUS, dan kode tersebut otomatis langsung muncul. Persentase ketepatan kode diagnosis kasus cedera keracunan dan external cause pasien rawat jalan di Puskesmas Bambanglipuro Bantul pada periode tahun 2023 dari total sampel 71 rekam medis, jumlah kode diagnosis yang tepat sebesar 20 rekam medis (28%), dan jumlah kode diagnosis yang tidak tepat adalah 51 rekam medis (72%). Penyebabnya, faktor man (manusia) yaitu sumber daya manusia yang tidak memenuhi kompetensi perekam medis, belum diadakan pelatihan khusus untuk petugas coding dan external cause tidak dikode. Faktor method yaitu belum ada SOP tentang sistem kodefikasi penyakit. Sebaiknya pelaksanaan pengodean diagnosis penyakit dilakukan cek ulang oleh PMIK yang memiliki kompetensi tentang kodefikasi penyakit. Pemenuhan SDM sesuai kualifikasi mempengaruhi hasil kerja di UKRM. Database ICD pada SIMPUS perlu dikaji ulang dan update data oleh vendor agar pemilihan kode dapat tersedia lebih spesifik. Klasifikasi penentuan kode dengan aturan ICD dapat menggambarkan perjalanan riwayat rekam medis pasien lebih spesifik.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI SETYA MEDIKA

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta artikel dimiliki oleh Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Setya Medika.
